Thursday, January 15, 2015

IQ Tinggi Bukan Segalanya

IQ (Intelligence Quotient) adalah ukuran standar kecerdasan manusia yang dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kemampuan mental (mental age) dengan tingkat usia (chronological age). Albert Einstein adalah seorang ilmuan yang IQ-nya disebut-sebut lebih dari 160, berapa IQ anda? Berapapun tingginya IQ anda, itu tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam pencapaian kesuksesan. IQ hanya berperan dalam lingkup studi dan pendidikan tetapi tidak berpengaruh besar dalam jenjang karir dan pekerjaan seseorang. Tidak percaya? Banyak sekali orang yang memiliki IQ tinggi dan sukses dalam studi tetapi kurang berhasil dalam karir. Seseorang yang memiliki IQ tinggi mungkin akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak pada perusahaan ternama, tetapi itu tidak akan menjamin karirnya akan sukses diperusahaan itu.

Untuk menapaki tangga karir ada unsur lain yang lebih berperan daripada IQ. Misalnya seberapa jauh seseorang bisa bekerja dalam tim, seberapa mampu dia menenggang perbedaan, dan seberapa luwes dia berkomunikasi dan menangkap bahasa tubuh orang lain. Hal ini bisa didapat dari pengalaman berorganisasi.

Kecerdasan tidak hanya ada pada kemampuan menjawab soal-soal Matematika dan Fisika. Kecerdasan juga bisa ditemukan pada seseorang mudah sekali menguasai alat-alat musik bahkan pada seseorang yang pintar bermain sepak bola.

Dalam Frames Of Mine, Gardner seorang guru besar Universitas Harvard membagi kecerdasan dalam tujuh macam, yaitu kecerdasan linguistik (kecakapan dan kepekaan terhadap arti dan kata-kata), kecerdasan logika-matematika (kecakapan dalam matematika dan sistem logika kompleks lainnya), kecerdasan musikal (untuk memahami dan mencipta musik), kecerdasan spasial (kecakapan berfikir dalam gambar atau dunia visual), kecerdasan tubuh kinestetik (kemampuan menggunakan tubuh dengan terampil dalam mengekspresikan diri), kecerdasan interpersonal (kecakapan untuk memahami individu lain, suasana hati, keinginan, dan motivasinya), dan yang terakhir kecerdasan intrapersonal (kecakapan untuk mengerti emosi sendiri).

Dari pendapat Gardner tersebut tampak bahwa IQ memang belum cukup untuk memersepsikan seseorang. Potensi yang dimiliki seseorang yang ber-IQ tinggi rupanya masih perlu dilengakapi dengan kecerdasan lain untuk menciptakan sukses dalam karir dan kehidupan.

No comments:

Post a Comment