Wednesday, February 4, 2015

PLN Payah!

Di daerah tempat tinggal orang tua saya di desa Tandun, kabupaten Rokan Hulu, Riau listrik seakan tidak bisa diandalkan. Dalam sehari pasti ada saja pemadaman listrik, bahkan terkadang sampai lebih dari dua kali dalam sehari dengan lama pemadaman yang tidak menentu. Kalau di Jakarta biasanya PLN akan memberikan informasi apabila ada pemadaman listrik maka disini tidak ada, PLN dengan seenaknya melakukan pemadaman. Masih mending kalau waktu padamnya bisa ditebak, ini tidak. Sering kali disaat sedang membutuhkan listrik seperti malam hari tiba-tiba mati lampu, ini jelas membuat emosi.

Di jaman modern seperti sekarang ini, listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling asasi. Artinya sesuatu yang mutlak adanya dan tidak boleh tidak ada. Hampir semua sektor perekonomian baik makro maupun mikro sangat bergantung pada listrik. Jadi bisa dibayangkan berapa kerugian yang dialami jika pasokan listrik terputus.

Peristiwa pemadaman listrik yang sering terjadi di sumatera adalah bukti dari carut-marutnya manajemen PLN. Sering kali kita dengar mereka beralasan bahwa pemadaman listrik diakibatkan karena terganggunya pasokan bahan bakar yang diakibatkan kondisi cuaca yang buruk, atau defisit listrik diakibatkan karena kebutuhan listrik yang semakin tinggi sementara bahan baku listrik seperti minyak, batu bara, dan gas sangat menipis. Alasan ini sulit diterima karena pembangkit listrik yang dikelola oleh perusahaan partikelir saja tidak mengalami gangguan. Tidak adil rasanya menyalahkan alam sebagai faktor penghambat suplay bahan bakar. Sebagai perusahaan besar yang sudah sangat berpengalaman seharusnya PLN sudah mempertimbangkan faktor alam ini.

Apabila kondisi cuaca dianggap dapat mempengaruhi suplay bahan bakar, maka PLN harus menigkatkan cadangan bahan bakarnya. Jika misalnya sebelumnya cadangan bahan bakar hanya untuk dua minggu, pada masa mendatang PLN harus meningkatkan cadangannya sampai sebulan. Tapi jika masalahnya diakibatkan karena kebutuhan listrik yang semakin tinggi, maka PLN harus menambah sejumlah pembangkit listrik. Apabila PLN memperhatikan ini, saya yakin kedepannya PLN tidak akan mengalami defisit daya listrik lagi. Menjadikan alam sebagai faktor penyebab kendala bukanlah alasan yang rasional dan arif, itu tidak adil dan tidak bertanggung jawab.

No comments:

Post a Comment