Thursday, February 5, 2015

Antara Produk Asli dan Bajakan

Masalah pembajakan memang tidak ada habis-habisnya. Tindakan memperbanyak produk atau karya seseorang tanpa izin dari pemegang hak ciptanya sudah bukan rahasia umum lagi. Hampir semua orang tahu bahwa berbagai perangkat lunak komputer (software) hingga rekaman musik dan video yang beredar di Indonesia mayoritas adalah bajakan.

Mengapa? karena mahalnya harga barang-barang asli yang beredar di pasaran Indonesia lah yang membuat aksi pembajakan itu terus merebak. Walaupun masyarakat setuju dengan tindakan pemerintah memerangi pembajakan, masyarakat juga banyak diuntungkan oleh keberadaan barang bajakan tersebut. Harga yang murah serta mudahnya barang didapat membuat minat masyarakat terhadap produk-produk bajakan tersebut semakin tinggi. Harus diakui, berkat pembajakan produk atau karya-karya baru yang berkualitas bisa dinikmati oleh hampir semua kalangan masyarakat. Maklum, harga yang ditawarkan sangat miring sehingga mampu dijangkau oleh kalangan berpenghasilan rendah sekalipun.

Bayangkan harga satu keping CD lagu original yang berkisar Rp 100.000 ke atas misalnya, versi bajakannya dibanderol hanya Rp 10.000 atau DVD film di kalangan pembajak hanya dihargai Rp 6.000. Adapun program komputer (software) yang harga resminya dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah bisa didapat di pasar bajakan dengan harga Rp 20.000-Rp 50.000 saja.

Melalui gambaran tersebut, wajar jika produk-produk bajakan menjadi laris di pasaran karena peminatnya banyak. Banyak yang mengaku pernah membeli rekaman musik dan film seperti CD atau DVD dan program-program komputer dalam versi bajakannya. Sebagian besar dari mereka mengatakan pilihan mereka membeli produk bajakan tersebut karena harganya lebih terjangkau, sedangkan orang yang lebih senang membeli peranti-peranti lunak dalam versi aslinya karena melihat kualitas atau layanan purna jualnya.

2 comments:

  1. say yes to bajakan, kecuali buat musik lokal.hahahaha *ketauan deh*

    ReplyDelete