Tuesday, February 10, 2015

Sudah Bebas Banjir

Gambar: Google
Tadi malam saya chating di Facebook dengan salah satu teman semasa kuliah di Jakarta dulu, sebut saja namanya kumbang. Ketika saya tanyakan kabarnya ternyata si kumbang ini rumahnya sedang kebanjiran. Langsung saja saya tertawa, dengan bercanda saya bilang "Sori cuy sekarang gue bebas banjir dan lu gak akan melihat gue kayak ikan duyung lagi". Iya dulu saya pernah dikatain ikan duyung jantan sama si kumbang ini karena melihat saya basah-basahan karena banjir.

Memang sekarang ini yang sedang diperbincangkan dimana-mana adalah tentang banjir Jakarta. Saat ini Jakarta sedang dilanda banjir dan ada genangan air dimana-mana. Memang bukan baru kali ini Jakarta kebanjiran, tapi karena Jakarta adalah berandanya Indonesia maka isu yang satu ini selalu hangat diperbincangkan selain masalah kemacetan.

Dulu sewaktu masih kuliah dan kerja di Jakarta saya juga sempat beberapa kali mengalaminya, ketika itu saya kost di kawasan Grogol. Disana banjir setinggi leher orang dewasa pernah saya lewati. Dampak yang ditimbulkan memang luar biasa, jalur transportasi terputus, listrik padam, aliran air ke rumah-rumah mati, bau busuk dimana-mana, dsb. Saya sendiri sempat beberapa kali tidak bisa ke kantor karena jalanan tergenang dan angkutan umum tidak lewat. Kalau mau beli makan harus mencari jauh dan harus basah-basahan karena sebagian besar warung makan tutup. Mau buang air atau sekedar ngecas ponsel pun saya harus ke Mall Ciputra. Belum lagi gatal-gatal yang menyerang tubuh, selangkangan saya sampai merah-merah. Betapa menderitanya saya waktu itu.

Meskipun begitu banyak juga yang mengambil kesempatan untuk mencari uang dari adanya banjir ini, beberapa orang secara bersama-sama menjadi tukang getek (semacam rakit) dadakan. Untuk menyebrangi banjir yang jaraknya tidak terlalu jauh saja kita bisa dikenakan tarif 20.000 rupiah atau 50.000 apabila mengangkut sepeda motor. Saya sering melihat tukang getek yang sama puluhan kali bolak-balik mengantarkan penumpangnya dalam sehari. Kalau banjirnya 3-4 hari bisa dibayangkan begitu banyaknya uang yang mereka dapat.

Tapi sekarang saya sudah tidak berdomisili di Jakarta lagi, saya sudah terbebas dari banjir. Ini tahun pertama saya keluar dari Jakarta yang hiruk-pikuk itu.

No comments:

Post a Comment