Monday, December 22, 2014

Pacaran, Antara Butuh Dan Gengsi

Sebagian besar dari anda tentunya pernah pacaran, mungkin dilakukan ditempat-tempat umum seperti mal, caffe, tempat hiburan atau mungkin ditempat-tempat tersembunyi seperti disemak belukar, kolong jembatan, dan hotel kelas melati.

Jika ada pertanyaan, apa yang anda lakukan ketika pacaran? Hanya sekedar ngobrol dan cipika-cipiki, atau lebih dari itu? Apapun itu, itulah sedikit sisi menarik dari pacaran. Persoalan yang satu ini memang sisi favorit anak muda yang sudah sering diseminarkan, disimposiumkan, dibuatkan film, sinetron, dll. Pokoknya all about pacaran itu sudak diubek-ubek. Hasilnya? Pacaran tetap saja menarik dan mengalir sesuai jamannya.

Kalau dipikir-pikir, apa sih sebenarnya motivasi kita untuk pacaran atau apa sih yang diharapkan dari pacaran? Banyak yang berpendapat bahwa pacaran itu adalah suatu kebutuhan. Alasannya, karena kita sebagai manusia yang normal tentunya memerlukan kasih sayang dan perhatian dari lawan jenis.

Sebenarnya kebanyakan pacaran jaman sekarang bukan didasarkan karena butuh, tapi lebih disebabkan gengsi dan tren. Gengsi, karena tidak mau dikatain sama orang lain kalau kita itu enggak laku atau ketinggalan jaman. Kata butuh hanya dijadikan alasan untuk menutupi kata gengsi yang sebenarnya. Pacaran hanya dijadikan status, simbol, dan gagah-gagahan. Parahnya lagi, banyak yang menjadikan pacaran hanya untuk mendapatkan “gratisan”.

Buat saya sih pacaran itu dibilang butuh enggak dan dibilang gengsi juga enggak. Kasih sayang dan perhatian itu memang penting, tapi bukan semata-mata hanya bisa didapat dari pacaran. Kasih sayang dan perhatian juga bisa didapatkan dari siapa saja yang menjadi kerabat kita. Punya pacar atau tidak buat saya sama saja, kalau ada pacar ya sukur tapi kalau enggak juga tidak masalah, hidup tetap berjalan.

No comments:

Post a Comment